Selasa, 01 April 2014

Syukur



Tajam kerikil menikam ternang dalam gelap
Peluh mengalir tak tentu menelan pahit derasnya rasa
Mencari tempat mengubur asa mekarkan redup di ujung dewasa

Hari ini seperti kemarin
Gelombang tak alpa menghantam pantai
Melumpuhkan kaki yang melangkah dalam andai
Menyisakan hati dan pikiran yang siap dibakar dalam badai

Bersyukur atasmu Tuhan
Untuk manis yang Kau selipkan pada butir-butir ombak yang membantai
                    
                                          Jakarta, 20 12 2013
                                               Man Hanafi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar anda
berikan komentar dengan bijak dan sopan